Halo nama saya ilham agung satrio. saya lahir dari perlombaan cacing cacing kecil menuju sel telur ibu. saya memenangkan lomba tersebut dan lahir pada 16 agustus 1999. cukup keren bukan tanggal lahir saya, sehari sebelum kemerdekaan indonesia. sekarang saya merantau ke kota pelajar, kota budaya, kota pariwisata dan kota yang sebelumnya pernah menjadi ibu kota indonesia yaitu yogyakarta. sekarang saya 3 smp di madrasah muallimin muhammadiyah. disekolah ini banyak kisah yang keren unik dan menantang. mau tau baca terus ya blog nya update setiap selasa, dan jumat
.
update selanjunya pengalaman saya saat kenaikan tingkat tapak suci di prambanan dan saat ke pantai indrini
bye
@ilham_agung24 follow
Halo..!!! Dunia
Selasa, 23 September 2014
SURVIVE
ILHAM AGUNG SATRIO
SURVIVE
Geladi tangguh, acara yang mungkin sangat sedikit peminat nya di muallimin. Acara ini biasanya hanya untuk kakak – kakak aliyah (setingkat SMA) yang menjadi anggota HW dan yang suka sesuatu yang menantang. Tetapi karena untuk melengkapi tugas terakhir saya dalam IAYP, saya mengikuti acara tersebut walaupun saya masih tsanawiyah (setingkat SMP). Banyak kakak kelas yang bertanggapan bahwa acara tersebut sangat ekstrim, berjalan jauh dari siang malam tanpa henti bahkan air minum pun diambil di keran masjid karena susah mencari air yang bersih. Tetapi saya siap menjalani acara tersebut dengan senang hati .
Dihari sebelum keberangkatan saya berkumpul dengan
beberapa peserta untuk mendapatkan instruksi
dari panitia acara. Hanya kami bertiga yang tsanawiyah, saya dan teman
sekelas saya dan satu lagi kakak kelas 3. Pada acara pada pengarahan tersebut panitia
memberitau kami bahwa kami harus siap untuk acara ini, ini bukan acara main –
main. Acara ini mengajarkan kita bagaimana bisa bertahan hidup di segala
situasi dan kondisi, berkerjasama antar kelompok, dan peduli terhadap kawan. Mendengar
kata tersebut saya semakin tertantang untuk mengikutinya. Berbagai pengarahan
telah di sampaikan mulai dari barang pa saja yang dibawa, susunan acara sampai
dengan cara packing yang benar, besok
stelah sholat ashar acara pun dimulai. Setelah selesai saya pun akhirnya
pulang ke asrama.
Keesokan harinya setelah sholat ashar kamipun berkumpul di depan madrasah
untuk keberangkatan. Kami dibagi menjadi 3 kelompok . Masing – masing kelompok
beranggotakan 5 orang. Saya dan teman
saya berbeda kelompok. Kelompok sya mendapat giliran berang kat ke 2. Cuaca tidak
bersahabat hari ini hujan mengguyur setiap langkah kami , tetapi tidak
menghalangi kami untuk berangkat. Sebuah
sandi / kode diberikan panitia untuk dipecahkan, kode itu berisikan tempat pos
selanjutnya berada. Sandi pun telah di berikan sekarang waktunya berangkat. Setelah
kelompok pertama berangkat, akhirnya pun kami juga berangkat. Setelah keluar
dari madrasah tak lama kemudian kami bertemu dengan kelompok pertama. Karena tidak
tau arah juga mereka pun bergabung bersama kami. Kami berjalan tidak atau arah
tergantung orang yang kita tanyai disitu kami berjalan ditengah hujan yang sangat
deras kami hanya berbekal minum , jas hujan dan gula merah, makanan yang
lainnya kami simpan untuki keesokan hari. Setelah muter - muter berjam jam kamipun
akhirnya sampailah kami di pos. ternyata setelah kami bertanya kepada panitia
kami tersesat sampai kami muterin setengah dari kota jogja. Setelah beristirahat
sebentar kami pun berangkat lagi menuju pos selanjut nya dalam instruksi kali
ini kami dirusuruh untuk mengikuti aliran selokan mataram. Berkali kali kami
beristirahat di tengah perjalanan minum dan makan gula merah, dan akhirnya kami
bangkit kembali meneruskan perjalanan tiba di pos selanjutnya unutuk
melaksanankan sholat maghrib dan isya setelha itu kami di beri makanan oleh
panitia. Saya melihat jam menunujukan pukul satu malam.
Selsai makan kami meneruskan perjalanan. Tiba pos
selanjutnya semua makanan kami disita kecuali air minum dan gula merah. Semakin
gila saja perjalanan kali ini. Berjalan berjam jam tanpa makanan, sampai
akhirnya di pos selanjutnya dipos tersebut kamu disuruh untuk menutup mata kami
semua , dan kami di perintahkan untuk mengikuti suara tepukan tangan panitia .
lama berputar putar akhirnya pun kami diperintahkan untuk mendirikan tenda dan
setelah itu kamipun bersitirahat.
Bangun – bangun semua badan saya terasa pegal tidak bisa
di gerakkan. Setelah mengereakan beberapa kali akhirnya sudah terasa lumayan. Taktersadar
ternyata kami berada di tengah hutan. Kami pun menunaikan sholat shubuh
terlebih dahulu . setelah itu kami pun berkemas kembali dan berangkat. Kira kira
3 jam berjalan kamipun sampai di pos selanjutnya. Pos ini berada di pinggir
sungai yang besar dan deras , kamipun diperintah kan untuk memasak. Setelah makan
kami pun di perintahkan untuk menaiki jembatan. Tugas selanjutnya kami
diperintahkan untuk terjun dari jembatan dengan gaya helicopter. Setelah di
contohkan waktunya kami untuk mencoba. Tak lama menuggu giliran , giliran sayapun
tiba. Dengan memberanikan diri saya pun melontarkan diri saya perlahan kebawah, dengan rasa takut yang luar biasa tak
di rasa saya pun sudah tiba di tanah . senag hati rasanya berhasil melewati
tantangan ini. Tetapi tidak sampai disitu saya pun langsung disuruh push up sbanyak 300 kali. Selepas itu materi ular
saya sangat suka dengan ular menurut sya ular itu tidak berbahaya . setelah
mencoba mennagkap ular beberapa kali sya baru kali ini digigit oleh ular rasanya
keren banget.
Setelah materi selesai kami pun berangkat lagi. Di pos
selanjutnya kami sampai di pos menyembelih ayam. Dengan rasa tidak tega dan
jijik saya memegang kepala ular tersebut dan mulai memotong nya dan saya
berhasil lagi kali ini pertama kalinya menyembeleh ayam dengan tangan saya
sendiri “is great man”. Semua ayam telah dipotong kamipun beangkat di pos selanjutnya . berjam jam
berjalan tidak terasa tiba di pos selanjutnya pos istirahat setelah sholat
ashar kami pun tidur siang di masjid.
Setelah 2 jam lamanya beristirahat kami pun bersiap
siap berangkat untuk menaiki puncak suloroyo, kali ini kami mendapatkan
personil baru . 2 kakak senior yang mau lulus tahun ini. Persiapan selesai kami
pun berangkat. Perjalanan kali ini terasa sangat panjang, jalannya hanya naik
turun, ditengah gelapnya malam, dingin angin pegunungan dan suasana
menyeramkan. Saling m=bahu membahu satu
sama lain kali ini tak lama kemudian sampai di pos makan malam. Makanan kali
ini enak yaitu ayam yang kita potong tadi siang, dengan lahapnya saya makan
karena semua tenaga sudah habis lenyap. Makan selesai akhirnya siap melanjutkan
mendaki . saat sudah mendekati puncak
betapa kaget nya saya melihat betapa indahnya kota Jogja pada malam hari
dilihat dari pegunungan sungguh indahnya . seperti bintang - bintang yang tertanam di bukit .
melanjutkan perjalanan sampai juga akhirnya di puncak suloroyo anginnya begitu
dasyat menghantam tubuh kami. Kulit terasa mati , tulang rasanya membeku. Kamipun
berkumpul di sebuah pondok untuk istirahat. Kami tiba pukul 4 pagi di puncak,
tak lama kemudian kami pun tertidur pulas .
Tak lama kami tidur kami di bangunkan untuk jogging
naik turun gunung , rasanya kaki saat dibawa berjalan seperti mau lepas. Gila perjalanan
ini memang penuh siksaan . setelah itu kami diperintahkan untuk memasak. Setelah
makan mengisi botol air minum di keran kami pun di suruh turun lagi untuk
pulang ke jogja.
Berjam jam berjalan, bahu membahu , tolong
menolong akhirnya kami sampai di pos
saat kami terjun dari jembatan . kamipun makan bersama bercerita dan tertawa. Tidak
terbayangkan rasanya senang . tapi tidak sampai disitu saja kami pun di perintahkan untuk menaiki mobil menuju
selokan yang besar . kami pun di perintah kan untuk memperbaiki packing. Setelah
itu kamipun diperintahkan untuk terjun keselokan tersebut dan mengikuti arus,
saya sangat takut karena saya tidak bias berenang tapi karena packing saya berhasil
untuk mengapung ternyata tas hasil packing ala survivel bias di jadikan
pelampung. Jauh mengikuti arus ungai sampai akhir nya di pos terakhir kamipun
disambut menggunakan tali yang sudah di persiapkan dari tadi. Setelah sampai
saya diperintahkan untuk melepas kan tas saya dan terjun tanpa pelampung. Saya sangat
takut, saya tidak mau melompat karena panitia memaksa dan mencoba mendorong
saya, saya pun terjatuh , saya mencoba berenang dengan gaya apapun tapi hanya
satu yang saya kuasai yaitu gaya batu saya hampir tenggelam teatapi karena arus
terus membawa saya, akhirnya saya langsung berpegangang erat pada tali yang
telah di sediakan. Saya pun tertawa dengan kencang karena saya berhasil
menyelesaikan misi ini yang seharusnya aliyah yang bias tetapi tsanawiyah juga bisa.
Dari perjalanan ini saya mengambil beberapa hikmah. yang
pertama jangan pantang menyerah diperjalanan teman saya menyerah tetapi saya
tidak, yang kedua tolong menolong , dan yang ketiga jangan pernah bilang kepada
allah tentang seberapa besar tantangan yang kita hadapi tetapi katakan kepada tantangan
saya punya ALLAH.
INI CERITA SAYA APA CERITA MU??
ILHAM AGUNG SATRIO
MUALLIMIN YOGYAKARTA
Langganan:
Komentar (Atom)

